jump to navigation

Warga Tolak Pembangkit Listrik Nuklir Juli 19, 2007

Posted by EcoHeart in Bencana PLTN, Berita, Dampak terhadap Manusia.
trackback

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana pemerintah membangun delapan reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semananjung Muria, Jepara, Jawa Tengah ditolak sebagian masyarakat di sekitar Gunung Muria Jepara.

“Dengan alasan apapun, kami menolak proyek PLTN di Jepara,” kata Lilo Sunaryo, Ketua paguyuban Masyarakat Reksa Bumi di Semarang pada Rabu (27/2). Paguyuban ini merupakan wadah perjuangan masyarakat di lereng Gunung Muria yang meliputi Jepara, Kudus dan Pati.

Lilo yang juga pakar turbin ini menjelaskan, kekuatan sinar radiasi yang ditimbulkan hasil reaksi pembelahan inti nuklir uranium, bisa menembus segala benda di sekelilingnya. Dalam jumlah besar juga bisa mengubah molekul atau sel-sel benda tersebut. “Tidak ada seorang pun yang berani menjamin keamanan dan keselamatan PLTN,” katanya.

Penolakan tegas juga disampaikan oleh Iwan Kurniawan, ahli fisika nuklir eksperimen, yang pernah bekerja sembilan tahun di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). “Efek radiasi nuklir pada manusia dan hewan untuk saat ini belum ada obatnya,” tuturnya.

Saat ini, kata Iwan, bangsa Indonesia belum siap mengelola teknologi nuklir. Apalagi, jika proyek PLTN dikerjakan oleh orang asing, maka akan menciptakan ketergantungan dalam pengelolaannya. “Menangani kebocoran lumpur Lapindo saja belum mampu, apalagi mengatasi penyebaran radiasi nuklir yang tidak kasat mata.”

Sementara itu, Ferhat Aziz dari Batan menyatakan, alasan pendirian PLTN semata-mata sebagai solusi krisis energi saat ini. Kebutuhan listrik di Indonesia diproyeksikan tumbuh 7,1% pertahun hingga tahun 2026. Rasio kelistrikan dewasa ini baru 56%. Artinya, hampir separuh penduduk Indonesia belum dapat menikmati listrik.

Tahun 2025, kebutuhan daya listrik di Indonesia diperkirakan mencapai 100.000 MW dari kapasitas terpasang saat ini kurang dari 30.000 MW. “PLTN mampu mencukupi kebutuhan energi hingga ribuan tahun ke depan,” katanya. Dengan sumbangan listrik tenaga nuklir saat ini sekitar 17% saja sudah menyamai tenaga air di dunia. Sohirin, Rabu, 28 Pebruari 2007 | 18:21 WIB.

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2007/02/28/brk,20070228-94472,id.html

Komentar»

1. eka - September 4, 2007

Sudah di Haramkan pak sama NU